Arsip Kategori: General Education

Kiat Memulihkan Trauma Anak dari Tindak Pelecehan Seksual


Oleh adiesty | Mommies Daily – Jum, 25 Apr 2014 16:01 WIB

Pertama kali baca berita yang memuat soal pelecehan seksual yang menimpa salah satu siswa sekolah elit di Jakarta, bulu kuduk saya langsung merinding. Sedih, kesal, marah, semua perasaan campur aduk jadi satu.

Jadi kebayang betapa hancurnya orangtua korban. Terlebih ketika anaknya bertanya, “Mommy why are you crying, is it bad?,” Duh…. hati jadi benar-benar mak clos, nelongso. Pertanyaan polos ini jelas-jelas menunjukan kalau anaknya sama sekali belum paham kalau tindakan tersebut merupakan tindak asusila yang berdampak buruk untuknya.

Sama seperti yang Lita tulis di artikel ini, saya salut ketika mengetahui bagaimana cara Sang Bunda memancing dengan menggunakan tokoh idola anaknya, Captain Amerika dan Hulk, untuk meceritakan kronologis kejadian. Alhamdulillah, sekarang satu persatu para ‘predator’ seksual sekarang mulai diproses oleh pihak kepolisian.

PR terberatnya  justru mencari cara memulihkan kondisi sang anak dari trauma. Apalagi menurut beberapa situs berita, korban sudah tidak mau kembali ke sekolah, merasakan ketakutan yang luar biasa, dan mengalami perubahan perilaku yang cukup jelas.

 

Sebagai orangtua, kita memang nggak bisa menutup mata kalau pelecehan seksual banyak terjadi di depan mata kita. Bahkan pelecehan ini bisa dilakukan oleh pengasuhnya atau gurunya sendiri! Aaaah…., kalau ngomongin soal ini, semua hati orangtua pasti remuk!

Tapi, biar bagaimana, sebagai orangtua tentu kita nggak boleh terlihat ‘hancur’, terlebih ketika berhadapan dengan anak-anak. Saya pun akhirnya bertanya pada Mbak Irma Gustiana, psikolog keluarga yang praktik di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia dan Klinik Rumah hati ini pun memberikan beberapa kiat untuk kita para orangtua, jika telanjur jadi korban (knock-knock on the wood..):

  • Kalau anak sudah jadi korban pelecehan atau masih suspect, yang perlu dilakukan orangtua adalah jangan marah, dan jangan menunjukan reaksi berlebihan di depan anak karena anak akan merasa dirinya ada di pihak yang salah.
  • Jangan terlalu banyak menginterogasi, mendesak anak, karena hal ini justru akan membuat anak jadi menarik diri.
  • Usahkan untuk kontak langsung dengan pihak yang ada di sekitar anak, misalnya guru di sekolahnya.
  • Kumpulkan informasi yang lengkap mengenai gelagat perubahan perilaku anak.
  • Kalau ternyata memang anak adalah korban, pertama tentunya perlu dilakukan visum, lalu ke pihak kepolisian, dan minta bantuan ke tenaga profesional atau psikolog untuk bisa menggali informasi lebih mendalam pada anak.
  • Langkah berikutnya bisa dilakukan psikoterapi kepada anak sehingga dapat membantu trauma healing-nya.
  • Dengan beberapa metode pendekatan psikologis yang berkelanjutan dipantau terus perkembangan anak.
  • Pada orangtua juga akan diberikan psikoedukasi untuk membantu mentalnya.
  • Alihkan dengan serangkaian kegiatan yang bisa menyenangkan anak, minimalisir dulu dari keadaan yang membuat anak trauma.

Buat saya, kiat dari Mbak Irma ini sangat bermanfaat sekali. Meskipun di relung hati yang paling dalam saya terus berdoa supaya peristiwa pelecehan seksual pada anak tidak perlu terjadi lagi. Baik dalam lingkup keluarga atau pun lingkungan yang saya kenal. Amin.

 

Artikel terkait di Mommies Daily:

1. Pelecehan Seksual Pada Anak; Ada di Depan Mata!

2. Pendidikan Seks: Susah-susah Gampang

3. (Belum) PD Bicara Soal Seksualitas

4. 10 Peran Penting Orangtua dalam Pendidikan Seks untuk Anak

5. Pendidikan Seks untuk Anak

 credit : yahoo.com

HUBUNGAN ADMINISTRASI NEGARA DENGAN ILMU-ILMU YANG LAIN


HUBUNGAN ADMINISTRASI NEGARA DENGAN ILMU-ILMU YANG LAIN

Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu-ilmu Lain
Dalam upaya menjaga eksistensinya sekarang studi administrasi negara telah menjadi cabang ilmu yang mapan dalam dunia akademik. Kemapanannya tidak menghalangi tekadnya untuk mengembangkan hubungan dengan ilmu-ilmu lain dalam memecahkan masalah-masalah sosial, dan juga untuk memperbaiki atau menyempurnakan sikap ilmiahnya. Sebagai salah satu cabang dari ilmu sosial, kehidupannya berlangsung dalam suatu lingkungan sosial tertentu, sehingga perwujudan aktivitasnya senantiasa berhubungan erat dengan berbagai cabang ilmu sosial, khususnya dengan ilmu sejarah, antropologi budaya, ilmu ekonomi, administrasi niaga, ilmu jiwa, sosiologi dan ilmu politik.
Perspektif administrasi negara akan lebih gampang diungkapkan dengan mempergunakan analisis sejarah dan antropologi budaya. Penggunaan analisis antropologi budaya akan melengkapi analisis sejarah.
Ilmu ekonomi menyumbangkan analisis biaya dan manfaat, sedang administrasi niaga menyumbangkan konsep PPBS dan makna Gerakan Manajemen Ilmiah kepada administrasi negara. Sementara ilmu jiwa membantu untuk memahami individu dalam situasi administrasi.
Sosiologi telah memberikan pambahasan yang mendalam mengenai birokrasi dan kooptasi, yang merupakan hal-hal yang amat menonjol dalam studi administrasi Negara.

Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Politik
Hubungan antara administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena secara praktis tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi. Orientasi politik dalam studi administrasi negara meletakkan administrasi negara sebagai satu elemen dalam proses pemerintahan. Administrasi negara dipandang sebagai satu aspek dari proses politik dan sebagai bagian dari sistem pemerintahan. Munculnya dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi terhadap buruknya karakter pemerintah. Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi administrasi negara di kombinasikan dengan orientasi manajerial yang dikenal dengan orientasi politik-manajerial, dan orientasi sosio-psikologis yang dikenal dengan orientasi politik-sosio-psikologis

Ruang Lingkup Administrani Negara Dilihat Dari Locus Focusnya
Ruang lingkup administrasi negara ialah sistem administrasi negara itu sendiri.
Karena di dalam administrasi negara yang dikaji ialah negara. Jadi, ruang lingkupnya tentu sistem administrasi negara. Pengertian Administrasi adalah Rangkaian kegiatan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dapat dicakup dengan satu istilah yaitu administrasi Adminstrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu. Unsur Administrasi Unsur umum yang terdapat dalam rangkaian kegiatan penataan yang dinamakan administrasi.
Ada 8 macam yang merupakan sub konsep administrasi, yaitu:
1. Organisasi
2. Manajemen
3. Komunikasi
4. Informasi
5. Personalia
6. Finansia
7. Materia
8. Relasi Publik
penyelenggaraan negara. Suatu unsur – unsur yang saling berhubungan dan ketergantungan satu sama lain (setiap unsur membutuhkan unsur yang lainnya). Dalam hal ini ialah negara maka, unsur – unsur yang saling berhubungan dalam penyelenggaraan negara. Sistem administrasi negara ialah pensupport dari segala kegiatan kenegaraan.

Masalah Focus dan Locus dari Administrasi Negara
Menurut Nicholas Henry, administrasi negara mengenal lima paradigma berikut:
Paradigma 1 : Dikhotomi politik-administrasi (1900-1926).
Paradigma 2 : Prinsip – prinsip administrasi negara (1927-1937).
Paradigma 3 : Administrasi negara sebagai ilmu politik (1950-1970)
Paradigma 4 : Administrasi Negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970).
Paradigma 5 : Administrasi negara sebagai administrasi negara (1970 – sampai sekarang).
Lima paradigma tersebut bersifat tumpang tindih atau “overlaping”. Di mana “locus” (tempat = letak) dan “focus” (yang diperhatikan) administrasi negara saling berganti . Paradigma 1 lebih mementingkan “locus”, paradigma 2 menonjolkan “focus”, paradigma 3 kembali lebih mementingkan “locus”, sedang paradigma 4 mementingkan “focus”, dan paradigma 5 berusaha untuk mengaitkan antara “focus” dan “locus” dari administrasi negara.

Masalah Focus dan Locus dari Administrasi Negara
Menurut pendapat Maurice Spiers pendekatan-pendekatan dalam administrasi negara adalah pendekatan matematik, sumber daya manusia dan sumber daya umum. Sedang menurut Robert Presthus adalah pendekatan institusional, struktural, perilaku, dan pascaperilaku. Bagi Thomas J. Davy pendekatan yang dimaksud terdiri dari manajerial, psikologis,politis, dan sosiologis.
Pendekatan proses administrasi, memandang administrasi sebagai satu proses kerja yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pendekatan ini juga seringkali disebut dengan pendekatan operasional. Pendekatan empiris, hendak melakukan generalisasi atas kasus-kasus yang telah terjadi secara sukses. Pendekatan ini seringkali disebut juga sebagai pendekatan pengalaman. Pendekatan perilaku manusia, memandang bahwa pencapaian tujuan-tujuan organisasi tergantung pada penerapan prinsip-prinsip psikologis. Pendekatan ini telah menampilkan aspek manusia sebagai elemen utama administrasi.
Pendekatan sistem sosial, memandang administrasi sebagai satu sistem sosial. Kesadaran akan berbagai keterbatasan organisasi dapat menumbuhkan semangat kerjasama di antara anggota-anggota organisasi. Pendekatan matematik, memandang model-model matematik dapat diterapkan pada administrasi, dengan tujuan untuk melakukan peramalan. Pendekatan teori keputusan, memandang pembuatan keputusan sebagai fungsi utama administrasi. Semula pendekatan ini hanya membahas dan melakukan evaluasi terhadap alternatif-alternatif dalam memilih tindakan yang akan diambil, tetapi kemudian pendekatan ini juga mengkaji semua aktivitas organisasi.