Alam pun Berbahasa ( Puisi )


Alampun Berbahasa
Karya : Nurhayati Mahmud
 
Rumput kering kemuning
Bintang gemerlap
Angin melalap
Dedaun terbang keliling.
 
Sungguh sangat romantis
Tak pantas mengais
Apalagi menangis
Mesti berderap dengan manis.
 
Sungguh malu, ketika mereka berdecak dan tersibak
Pasir diorak ombak
Namun, kita tetap congkak
Dengan terbelalak.
 
Matahari gemilang
Menyinari bumi mulia raya
Bulan memantulkan untuknya cahaya
Penuh cinta berulang.
 
Sungguh perputaran yang dinanti
Hingga saatnya ia berganti
Menanti hati
Jangan sampai mati.
 
Sungguh wangi bunga cempaka
Tidak hilang seketika
Jadikan belati sebagai pusaka
Bukan hiasan semata atau bahkan menjadi petaka.
 
Inilah saatnya
Ya, saatnya.
 
Mengukir batu dengan mudah
Karena ia masih ramah
Menumbuk padi di lesung
Ramai sekampung
Untuk bekal mendayung.
 
Inilah saatnya
Ya, saatnya.
 
Membawa bekal ke surau
Tanpa desau apalagi risau
Namun, dengan senda gurau
Menuju pulau
Dengan gemilau.
 
Nb : ini pemenang lomba menulis puisi dipokjar
lebih jelasnya cek di : http://www.pokjarselatan.com/2014/03/alampun-berbahasa.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s