Bunga ditaman hati


Apa yang diangankan oleh seorang mukmin tatkala usia nikah segera menyentuhnya? Satu diantaranya yang terpatri dalam benaknya bahwa ia menginginkan dan mendambakan seorang mukminah jamilah (baca: cantik), taat beribadah, patuh suami, dan mampu mendampingi suami di kala suka dan dukanya. Karena memang, hanya wanita shalihah-lah yang mampu memenuhi harapan sang suami. Lalu siapa dia? Yang menggembirakan tatkala dipandang, taat ketika diperintah dan tak menyalahi diri dan harta dari apa yang di benci sang suami. Barangkali ada celetukan, bahwa dambaan di atas adalah terlalu idealis. Mungkin, namun di era yang serba kekinian dambaan untuk memperoleh sosok wanita tersebut sangat sulit di cari!

Terlepas dari itu semua, kiranya bagi para wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mesti secara dini menyiapkan diri bagi tugas-tugas masa depan yang sarat tantangan. Karenanya para wanita tak bisa melepaskan diri dari perikehidupan wanita salaf (terdahulu), karena merekalah profil-profil yang begitu banyak nilai kebajikannya serta laik menjadi teladan. Satu diantaranya adalah Khaddijah binti Khuwailid, seorang citra pendamping sejati Rasulullah.

Seorang wanita yang kaya, mulia lagi jelita. Khadijah merupakan sosok istri yang telah menyediakan rumah yang menentramkan bagi Rasulullah, sang suami terkasih sebelum diangkat menjadi seorang Rasul. Ia yang menolong saat suaminya bertahannuts di gua Hira, Ia pula yang yang pertama kali beriman dan memenuhi ajakan Rasulullah ke jalan Rabb semesta alam. Adalah Khadijah, sebaik-baik wanita yang membantu dengan jiwa, harta, dan keluarganya. Riwayatnya harum, hidupnya sarat kebajikan dan jiwanya penuh kebaikan, hingga dikatakan padanya,

“Ia (Khadijah) beriman kepadaku, di saat manusia mengingkariku, ia membenarkanku disaat manusia mendustakanku, dan dia membantuku dengan hartanya di saat manusia enggan menolongku.” (Riwayat Ahmad)

Beliau (Khadijah) manjadi wanita pertama yang ikut andil dalam mengibarkan panji-panji Islam bersama Rasulullah. Ikut berjuang dan berjihad dengan segenap jiwa dan harta serta berani menghadapi kaumnya yang menentang dakwah suaminya, Muhammad. Senantiasa memberi motivasi dan semangat kepada suami tercinta dalam menggemakan kebenaran. Beliau merupakan figur istri yang tak disangsikan lagi akan kesetiaan dan loyalitasnya kepada suami meski diterpa keadaan yang sangat sulit sekalipun. Satu bukti kesetiaannya terpapar jelas manakala terjadi embargo yang diberlakukan oleh kaum Quraisy terhadap bani Hasyim dan bani Abdul Muthallib di gunung Abu Qubais, yang berlangsung selama tiga tahun. Setelah bertahan dengan penuh ketabahan, Khadijah dan Rasulullah kembali ke Makkah. Khadijah kembali dalam keadaan letih yang tak terperi, hingga tak berselang lama beliau jatuh sakit dan kembali kehariban Ilahi dengan tenang.

Kepergiannya mengguratkan kesedihan mendalam di hati Rasulullah. Tak berlebihanlah jika masa itu disebut sebagai ‘am al huzn (tahun duka). Meski tak lagi di sisi Nabi, beliau tetap dikenang dan diingat. Dikenang karena budi luhur dan kebaikan hatinya, diingat karena semua pengorbanan dan jasanya terhadap Islam.

Beliau menjadi tauladan bagi generasi mendatang yang selalu menginginkan keridhaan Allah. Tak mengherankan apabila beliau sangat di sayang oleh Nabi, sampai sepeninggalnya sekalipun.
Salah satu ungkapan beliau yang menunjukkan kecintaannya kepada khadijah adalah sebagaimana yang di katakan Aisyah, “Pada suatu hari aku berbincang-bincang dengan beliau, lalu beliau bersabda, “Aku sangat menyayangi apa yang disayangi Khadijah.” (Riwayat Muslim)

Itulah Khadijah binti Khuwailid, profil istri dan ibu yang sangat laik dijadikan panutan. Kasih sayang, pengorbanan, kesetiaannya pada Islam dan suami akan senantiasa dikenang sepanjang masa.

12 thoughts on “Bunga ditaman hati”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s